Remote Server

Internet memungkinkan komputer terhubung satu sama lain dengan lebih mudah. Salah satu tugas network engineer yang dimudahkan adalah tugas untuk melakukan kontrol terhadap server. Berkat adanya jaringan dan internet server bisa diakses dan dikontrol (menjalankan perintah atau command) dari jarak jauh. Beberapa contoh protokol yang sering digunakan untuk akses server secara remote adalah SSH (Secure Shell) dan juga Telnet. Kedua protokol tersebut sama-sama bisa digunakan untuk melakukan kontrol server dari jarak jauh, hanya saja ada perbedaan mendasar yakni dari segi keamanan.

SSH lebih aman karena memiliki mekanisme enkripsi ketika proses pengiriman data. Sementara Telnet tidak. Untuk akses ke server menggunakan protokol SSH atau Telnet dibutuhkan perangkat lunak atau aplikasi client, di Windows salah satu aplikasi paling populer untuk melakukan remote server adalah PuTTY.


Fungsi Remoting :

1. Server yang akan di remote sudah semestinya memiliki aplikasi ssh server, ssh server ini yang akan melayani para ssh klien yang akan membangun konektifitas.


2. Setiap SSH klien yang akan melakukan koneksi akan diberikan key berupa host ID yang di generate dan dienkripsi oleh server, dimana isi key tersebut mencakup alamat IP server.


3.Jadi, setiap anda akan masuk ke sebuah server, server tujuan memberikan anda key, yang kemudian anda cocokkan dengan key yang telah anda simpan.


4.Apabila belum pernah masuk ke server tujuan, anda akan diminta menyimpan key yang diberikan.


5.Apabila anda dirasa sudah pernah masuk oleh sistem, maka key yang pernah anda simpan akan dicocokan dengan key yang diberikan kepada server.

Komentar

Postingan Populer